Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Lisan Masyarakat Using : Macaan Lontar Yusuf - Banyuwangi, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Bahasa |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Penetapan |
| Pelaku Komunitas | Komunitas Using Banyuwangi |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Titi Mumfangati |
| Narasumber | â€Macaan†Lontar Yusuf Tradisi Lisan Sebagai Bentuk Pelestarian Nilai Budaya pada Masyarakat Banyuwangi, oleh Titi Mumfangati dalam Patrawidya vol 10 No 2 Juni 2009 |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. BANYUWANGI |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Tradisi â€Macaan†merupakan bentuk akulturasi (silang budaya) antara Hindu, Budha, Islam dan budaya using. Akulturasi ini dapat dilihat dari bentuk karya satra yang dibaca, yaitu Serat Yusuf sebagai bentuk hasil budaya Islam, sedangkan bentuk â€macaan†sudah berkembang sebelum Islam yaitu sejak budaya Hindu, Budha. Pada masa itu â€macaan†merupakan sebuah tradisi yang dekat dengan ritual, misalnya nglukat (ruwat), bersih desa, petik laut dan sebagainya.
Deskripsi :
Tradisi macaan lontar Yusuf dilakukan sebagai bagian dari ritual tertentu yang berkaitan dengan daur hidup dan upacara adat. Dilakukan semalam suntuk dengan membacakan Serat Yusuf dari awal sampai akhir dengan disertai ritual tertentu. â€macaan†juga harus disediakan persyaratan berupa bunga tiga macam yang diletakkan dalam baskom berair. Para pelaku â€macaan†melantunkan tembang-tembang dalam Serat Yusuf secara bergantian, mulai jam 21.00 sampai pukul 05.00 pagi.