Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Naskah Kuno : Serat Dzikir Maulud (naskah manuskrip) -Surakarta, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Naskah Kuno |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Suku Bangsa Jawa |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Endah Susilantini |
| Narasumber | Serat Dzikir Maulud ditulis oleh P. Haryo Yudonegoro I di Kraton Surakarta, tanpa tahun |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KOTA SURAKARTA |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Serat Dzikir Maulud menceritakan tentang pernikahan Ratu Aminah dengan Abdullah, saat kehamilan Ratu Aminah, serta kelahiran Abdullah hingga menjadi nabi penutup yang kelak akan menjadi panutan umat Islam. Kekasan naskah ini adalah mengajak manusia untuk berbuat kebaikan dan tidak boleh menyekutukan Tuhan.
Deskripsi :
naskah ini merupakan hasil gubahan Pangeran Haryo Yudonegoro I di Kraton Surakarta, naskah tulisan tangan ini bedrjumlah 33 halaman tetapi angka tahun penulisan tidak dicantumkan dalam naskah . isinya penuh tauladan-tauladan kerasulan, keimanan, akhlak dan amal soleh. Pada konteks ini karya sastra religius ternyata menjadi perhatian Haryo Yudonegoro, lewat tangannyalah cerita sejarah nabi itu menjadi lebih mudah dipahami masyarakat pada zamannya. Fungsinya untuk mengingat kembali peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam masyarakat muslim di Indonesia disebut dengan peringatan Maulud Nabi.