Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kearifan Lokal Masyarakat Samin - Bojonegoro, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku |
| Karya Budaya Sub | Kearifan Lokal |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Penetapan |
| Pelaku Komunitas | Harjo Kardi |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Chritriyati Aryani, MHum |
| Narasumber | Artikel Kompas, 4 Maret 2005, hal 32 |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. BOJONEGORO |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Kearifan Lokal Masyarakat Samin tentang hidup hingga kini masih dijalankan. Sikap hidup otang Samin berpijak pada sikap pasrah, sumeleh, sabar, narimo ing pandum, jangan srei, dahwen, meri (iri) dan jangan semena-mena terhadap orang lain. Kesemua sikap ini diperoleh dari pendahulunya yaitu Ki Samin Surosentiko hingga keturunannya sekarang. Orang samin juga mempunyai Kitab Jamus Kalimasada yang ditulis dalam aksara Jawa.
Deskripsi :
Komunitas Samin berawal dari gerakan perjuangan relawan penjajah, atau gerakan kultural perlawanan Kyai Samin Surosentiko yang menolak mebayar pajak kepada Pemerintah Belanda.
Sebagai bentuk perlawanannya mereka membayar dengan membawa ajaran-ajaran hidup yang diberikan oleh Samin Surosentiko yang terdiri bahwa orang hidup itu harus sabar, narimo ing pandum, sumeleh, aja drengki, srei, dahwen, open. Ajaran itu hingga kini masih tetap dilaksanakan dan menjadi pijakan hidup bagi orang Samin yang ada merupakan generasi ke-4 dari keturunan Samin Surosentiko