Beksan (Tari) Tunggak Pamungkas, Kota Yogyakarta, D.I Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaBeksan (Tari) Tunggak Pamungkas, Kota Yogyakarta, D.I Yogyakarta
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Tari
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasSunaryadi Maharsiwara
Pencatat Karya BudayaNurdiyanto
NarasumberSunaryadi Maharsiwara, Dewi Naga Rasa Tunggal Dari Sengkalan Memet k Dewi Pertunjukan. Yogyakarta : Pandak Edukasi, 2007
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKOTA YOGYAKARTA
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : .Beksan Tunggak Pamungkas Beksan (tari) Tunggak Pamungkas ini diambil dari sejarah perjuangan Pangeran Mangkubumi dalam usahanya melawan penjajah Belanda. Beksan ini digunakan untuk mengenang sebuah peristiwa pertempuran di daerah Tidar, ketika iitu Pangeran Mangkubumi hampir tertangkap musuh, namun berhasil terselamatkan karena terlindung di belakang tonggak kayu. Deskripsi : Beksan Tunggak Pemungkas merupakan gubahan Sunaryadi Maharsiwara. Ide cerita seperti pada lampen beksa Dewi Naga Rasa Tunggal. Beksan gagah ini menggambarkan kegigihan, kehebatan dan keuletan prajurit Mengkubumi saat berlatih perang. Perkembangan gerak diolah berdasarkan ragam gerak yang ada pada beksan Guntur Segoro terutama pada ragam kambeng dan gerak bapang yang ada pada kawung jajar. Beksan ini di kraton Yogyakarta pernah dipentaskan pada acara “ Gelar Seni Istana dan Rakyat II” pada tahun 2002 di pagelaran Kraton Yogyakarta.