Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Ruwat Bumi Dusun Krandegan - Magelang Jawa Tengah
Sejarah: Ruwat Bumi Dusun Krandegan merupakan ucapan syukur agar Desa Krandegan selalu “ Gemah ripah loh jinawi”: Ceritera diambil dari kisah Eyang Dipodrono sang pengembara berhenti (mandeg) di tempat tersebut , karena tempat tersebut waktu itu berujud hutan namun subur, tenteram, dan sejuk, maka beliau bertempat tinggal didaerah tersebut menjadi orang berilmu, banyak yang menimba ilmu kepada beliau, sampai lah ada seorang “tledhek” (penari tayub yang ingin bertemu, sebelum bertemu dia semedi dalam semedinya dia meninggal dunia sebelum bertemu dengan Eyang Dipodrono kemudian dimakankam oleh Eyang Dipodrono, sampai sekarang upacara tradisi di derah tersebut mementaskan Tayub sebagai peringatan terhadap tledhek yang meninggal tersebut. Upacara Ruwat Bui ini dilakasanakan setiap tahun sekali setiap bulan Sapar. Adapun tempat penyelenggaraan upacara di Dusun Krandegan, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, kabuapten Magelang, Jawa Tengah. Diskripsi: Upacara adat Ruwat Bumi Kradegan diselenggarakan oleh warga masyarakat Dusun Kradegan sebagai peringatan terhadap tledhek yang meninggal tersebut ketika sedang semedi ingin bertemu Eyang Dipodrono. Upacara adat ini dilaksanakan setiap tahun sekali pada bulan Sapar. Kegiatan bertempat di Dusun Kradegan, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Pada hari puncak upacara masyarakat telah berdatangan di makam dusun dengan membawa sesaji yang berupa aneka masakan yang berupa nasi ambeng berserta kelengkapannya. Setelah semua warga pendukung upacara ini berkumpul, mereka kemudian mengadakan kenduri selamatan dan doa yang dipimpin oleh kaum dusun tersebut. Setelah selesai kenduri warga masyarakat yang hadir kemudian menyantap sesaji yang mereka bawa. Selanjutnya sampai sore hari diselenggarakan pentas kesenian tradisional yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kesenian yang ada di Dusun Kradegan tersebut dan juga pergelaran tayub.