Masjid Tradisional Di Jawa - D.I Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaMasjid Tradisional Di Jawa - D.I Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubRitus
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasMasjid Tradisional Di Jawa
Pencatat Karya BudayaHisbaron Muryantoro
NarasumberMundriniYusuf Elba, Masjid Tradisional Di Jawa, Yogyakarta : Nur Cahaya, 1983
ProvinsiDI Yogyakarta
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : Secara arsitektural masjid di Jawa ini mempunyai beberapa tipe. Diantaranya : 1. Tipe yang berdasarkan bangunan tradisional 2. Tipe yang model terpengaruh oleh bangunan asing 3. Tipe bangunan modern Namun pada uraian ini akan lebih menekankan pada yang berdasarkan bangunan tradisional, khususnya di Jawa. Deskripsi : Pada abad ke XIII agama Islam mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat luar biasa yang dilakukan secara teratur dan damai. Tentu hal itu tidak bisa dilepaskan dari ketekunan “Wali Sanga” yang sanggup merubah mental spiritual pengikutnya, tanpa mengurangi kegemaran apa saja yang dikuasai mereka dengan aturan-aturan baru yang sesuai dengan ajaran yang baru itu. Disamping itu, karena mereka juga mempunyai peradaban yang tinggi memperlihatkan sikap toleransi yang mengagumkan. Ini dibuktikan oleh makam-makam mereka atau masjid-masjidnya. Begitu juga pintu gerbang yang menghias bangunan itu yang berbentuk candi bentar, yaitu pintu gerbang yang pada waktu sebelum Islam datang di Indonesia menghias bangunan yang bersifat Hindu di Indonesia. Sebagai contoh pintu gerbang makam di Kota Gede Yogyakarta.