Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Organisasi Hidup Betul - Magelang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Organisasi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Hidup Betul didirikan oleh Purbahadiwidjaya. Organisasi Hidup Betul adalah kebenaran yang harus dilakukan pada setiap manusia, khususnya warga Organisasi Hidup Betul. Adapun makna kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang bersifat umum baik dari segi pribadi, hukum, sosial maupun kebenaran menurut ajarah Tuhan. Tujuan Organisasi Hidup Betul adalah menuntun warganya agar menjalani pematan urip bener (hidup betul) sebagai landasan tindakan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan percaya bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia. Oleh karena itu warga Organisasi Hidup Betul hendaknya sadar menjalankan peraturan-peraturan pemerintah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Organisasi Hidup Betul berpusat di Dukuh Kadirojo, Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Deskripsi:
Ajaran Organisasi Hidup Betul bersumber kepada petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh Bapak Slirodiwismo dan dipakai sebagai pedoman hidup. Organisasi Hidup Betul mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, bahwa manusia wajib berbakti ingat dan takwa serta tidak mengesampingkan segala ajaran dan petunjukNya. Dalam hubungan dengan sesama manusia, mengajarkan agar manusia menjaga keselarasan hidup di dunia dan di akherat. Sedangkan hubungan manusia dengan alam, mengajarkan bahwa manusia wajib menjaga kelestarian alam.
Kegiatan spiritual yang dilakukan oleh Organisasi Hidup Betul melakukan penghayatan berdasarkan keyakinan dilanjutkan dengan mesu raga. Pelaksanaan ritual dilakukan secara kelompok maupun sendiri-sendiri. Kegiatan sosial meliputi: mencerminkan sikap bersahabat yang terpuji, mentaati peraturan pemerintah, meningkatkan kerukunan, mendukung pemerintah, memberikan pitutur luhur, mengikuti peraturan adat, gotong royong, dan kebersamaan. Selain itu warga Hidup Betul agar melestarikan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tanpa mencela ketakwaan orang lain sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam hubungan sosial di masyarakat.
-