Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaNasi Megono/Batik Pekalongan dengan nasi aking
Sejarah : Entah darimana makanan ini berasal, tapi yang pasti di Pekalongan nasi yang satu ini sangat popular. Megono, yakni irisan nangka muda dengan bumbu sambal kelapa. Rasanya gurih dan pedas, biasanya dihidangkan ketika masih panas dengan tambahan ikan goreng. Di Kabupaten Pekalongan bagian selatan biasanya makanan ini dibuat ketika sedang hajatan yang kemudian diberikan untuk oleh-oleh para tamu undangan. Kebiasaan ini telah dilakukan turun temurun dari zaman dahulu kala. Nasi ini dibungkus dengan daun jati atau juga bisa dengan daun pisang, dan mereka biasa menyebutnya dengan nama “sego gori”(nama lain dari megono). Deskripsi : Megono paling enak dinikmati bersama nasi, mendoan dan paling penting sambel, disajikan hangat. That was most delicious food in the world, I think ;) di semenanjung Pekalongan, diseluruh kolong bumo batik, dan dimana saja ada ruang yang bias ditempati di belahan kota berjejer warung lesehan dengan menu utama sego bumbu (ini nama lain untuk nasi plus megono). Biasanya mulai dasar (bahasa Pekalongan untuk menata barang dagangan) setiap sore menjelang petang dan nanti laut (mulai mengemasi barang dagangan dan bersiap pulang) menjelang tengah malam. Warung-warung lesehan ini merupakan ajang untuk bersosialisasi warga Pekalongan.