Permainan Paton

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaPermainan Paton
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubRitus
Kondisi Saat IniSudah punah atau tidak berfungsi lagi dalam masyarakat
Status BudayaPenetapan
Pelaku KomunitasSulistiyaningsih, Kasi Kesenian dan Perfilman
Pencatat Karya BudayaSri Sumarsih
NarasumberBuku dengan judul: Budaya Masyarakat Suku Jawa di Kabupaten Wonosobo. Penerbit: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. WONOSOBO
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : Permainan paton atau disebut juga gangsingan. Dahulu permainan paton atau gangsingan banyak dilakukan oleh anak-anak di wilayah Wonosobo. Pada masa sekarang permainan ini sudah jarang dilakukan tetapi mereka masih mengenal jenis permainan tersebut. Sebenarnya permainan gangsingan ada yang dibuat dari kayu dan ada pula yang dibuat dari bambu jenis tutul. Gangsingan yang digunakan untuk permainan anak di Wonosobo dibuat dari kayu. Deskripsi : Permainan gangsingan ada yang hanya untuk dinikmati sendiri tetapi ada pula yang untuk tujuan diadu. Permainan gangsingan atau paton biasanya dibuat dari bahan kayu yang keras misalnya pohon jambu klutuk. Cara membuatnya mula-mula kayu dibentuk seperti gunung atau kerucut. Pada bagian ujungnya yang runcing adalah bagian bawah. Pada bagian bawah diletakkan paku atau besi. Selain itu diperlukan tali yang dibuat dari tampar atau bahan lain. Pada saat dimainkan tali ini ditarik dengan cepat sehingga gangsingan dapat bergerak memutar. Permainan gangsingan dapat dilakukan secara perorangan, selain itu ada yang untuk tujuan diadu. Apabila untuk tujuan diadu mula-mula para peserta melakukan hompingsut. Bagi yang menang berhak main lebih dahulu. Biasanya diadakan perjanjian misalnya pemilik gangsingan yang kalah akan menggendong pemilik gangsingan yang menang serta jarak tempuh menggendong tersebut telah ditentukan. Setelah gangsingan yang dimainkan lebih awal telah berputar maka gangsingan milik lawan lalu diputar di atas gangsingan yang telah berputar tersebut. Apabila gangsingan yang telah berputar itu lalu terjatuh sehingga berhenti berputar maka berarti pemain yang kedua menang, tetapi apabila gangsingan yang sudah berputar itu tetap berputar maka pemiliknya yang menang sehingga gangsingan dibiarkan berputar terus hingga berhenti.