Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Permainan Raton |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Permainan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Suhatno |
| Narasumber | Soepanto,"Beberapa Permainan Kanak-kanak di Ponorogo", dalam Adat Istiadat dan Tjerita Rakjat. Jogjakarta: Urusan Adat Istiadat dan Tjerita Rakjat, 1965. |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. PONOROGO |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Sudah menjadi kebiasaan pada jaman dahulu pada malam bulan purnama anak-anak di dusun berkumpul berkelompok bermain-main. Begitu juga anak-anak daerah Ponorogo. Beberapa puluh tahun yang lampau anak-anak masih bermain-main pada malam bulan purnama. Akan tetapi lama-lama mereka jarang melakukan permainan. Adapun sebabnya antara lain mereka sebagian besar sekolah, sehingga waktu malam hari digunakan untuk belajar bukan untuk bermain-main, demikian juga anak-anak sekarang, sesudah belajar tidak lagi bermain tetapi lebih sering melihat TV.
Permainan anak di Ponorogo sudah ada sejak jaman dahulu, mungkin timbul sejak daerah ini dihuni manusia. Hal ini disebabkan manusia dimana saja membutuhkan permainan. Tentang kapan tepatnya permainan tersebut muncul, tidak diketahui dengan pasti.
Deskripsi :
Permainan anak Raton merupakan permainan yang hanya terdiri dari pada gerak saja, tanpa diiringi nyanyian. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki dan dilakukan di halaman rumah. Di halaman dibuat suatu lingkaran yang cukup luas. Garis lingkaran ini dibatasi dengan tali atau dengan air atau dengan bubukan kapur (gamping).
Jumlah untuk memainkan permainan Raton ini tidak terbatas, boleh sepuluh orang atau lebih. Lebih banyak lebih meriah lagi. Jumlah anak ini dipecah menjadi dua rombongan dan sedapat mungkin seimbang jumlah dan besar kecilnya. Masing-masing rombongan itu harus memilih salah seorang anak yang ditunjuk sebagai ratu dalam rombongannya masing-masing. Pada dasarnya permainan Raton ini adalah saling mempertahankan ratu masing-masing rombongan dan saling merebut ratu dari rombongan lawan.
Permainan ini dimulai dengan jalan: Anak-anak yang di luar lingkaran berusaha menarik ratu yang dalam lingkaran sambil berteriak: Iki Ratu! Iku Ratu!. Rombongan dalam lingkaran mempertahankan jangan sampai ratunya dapat ditarik ke luar lingkaran.
Apabila ratu itu dapat ditarik ke luar lingkaran, berarti rombongan dalam lingkaran itu kalah. Selanjutnya permainan dimulai lagi dan rombongan yang tadi di luar lingkaran menjadi rombongan dalam lingkaran mempertahankan ratunya, demikian seterusnya.