Masakan Tradisional Bakso Ulek/Seni Pertunjukan Rakyat

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaMasakan Tradisional Bakso Ulek/Seni Pertunjukan Rakyat
Karya BudayaPengetahuan dan Kebiasaan Perilaku
Karya Budaya SubPengetahuan Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku Komunitas-Data Pelaku Komunitas belum ada-
Pencatat Karya BudayaSri Sumarsih
NarasumberHasil wawancara dengan pengusaha bakso ulek di Temanggung
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. TEMANGGUNG
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : Di Temanggung terdapat masakan yang disebut bakso ulek. Penjual bakso ulek yang terkenal di Kota Temanggung ada dua tempat letaknya berdekatan yaitu di Jalan Jendral Sudirman. Kedua pengusaha bakso ulek ini masih ada ikatan saudara. Penjual bakso ulek yang kami temui adalah yang berlokasi di sebelah timur tepatnya yang berada di timur Kantor Nahdatul Ulama. Pemilik usaha bakso ulek ini adalah Pak Tomo (45 tahun) yang dibantu isterinya Bu Robiatun. Mereka beralamat di Jampirejo, Desa Dogangan, Kecamatan Temanggung. Pak Tomo melanjutkan usaha bakso ulek Pak Amat. Pak Amat adalah Pakde dari Bu Robiatun. Papan nama di depan Pak Tomo disebutkan Bakso Ulek Pak Amat. Pak Amat merintis usaha bakso ulek pada tahun 1960, usaha ini diteruskan oleh Pak Tomo sekitar tahun 1990. Sebelum tahun 2003 tempat usahanya di depan kantor BRI dengan cara membuat tenda. Sejak tahun 2003 Pak Tomo mulai mengontrak rumah yang digunakan untuk berjualan sekarang. Deskripsi : Pak Tomo mulai membuka usahanya sekitar pukul 12.30 hingga pukul 21.00. Rata-rata sehari dapat melayani pembeli sebanyak 250 porsi. Perlengkapan bakso ulek terdiri dari tahu magel ukuran besar, bakso, ketupat, seledri, bawang goreng, garam. Kuah untuk bakso ulek adalah kaldu yang berasal dari tulang sapi yang direbus kemudian diberi bumbu merica, dan bawang putih. Ciri khas dari bakso ulek adalah cara menghancurkan lombok yang diulek di mangkuk yang akan digunakan untuk pembeli. Cara menyajikan kepada pembeli : mula-mula Pak Tomo bertanya kepada pembeli minta lombok berapa buah dan ditanya pula lombok rawit yang warna merah atau warna hijau. Selanjutnya Pak Tomo mulai mengulek lombok sesaui dengan pesanan pembeli di mangkuk. Setelah lombok ini halus lalu ke dalam mangkuk itu dimasukkan ketupat separo lalu dipotong-potong, ditambah bakso 5 butir, 1 buah tahu magel yang telah dipotong-potong, sledri, bawang goreng, dan garam. Sesudah itu lalu dituangi kuah. Mangkuk isi bakso ulek ini sudah siap disajikan. Untuk keperluan membuat bakso, Pak Tomo setiap menggilingkan daging sapi sebanyak 5 kg. Ketupat dan tahu sudah ada yang menyetor. Selain menjual bakso ulek Pak Tomo juga menyediakan minuman.