Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kesenian Kobrosiswo - Magelang, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Tari |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Kesenian Kobrosiswo |
| Pencatat Karya Budaya | Drs. Ign. Wahjudi Pantja Sunjata |
| Narasumber | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. MAGELANG |
| Penginput Data | Emi Ratnawati |
Sejarah:
Kobra Siswo adalah kesenian tradisional khas Kabupaten Magelang yang berlatarbelakang penyebaran agama Islam. Kubro mempunyai makna besar sedangkan siswo mempunyai makna murid. Jadi Kobrosiswo mengandung makna murid-murid Tuhan yang di implementasikan dalam pertujukan selalu menjujung kebesaran Tuhan juga Nabi Muhamad sebagai utusan Allah dalam agama Islam. Kobrosiswo merupakan cerita rakyat yang berbentuk tarian seperti murid-murid sedang bergerak jalan konon berasal dari murid-murid Pangeran Diponegoro yang berjuang melawan Belanda yang bergerilya di perbukitan menoreh. Bukit Menoreh sendiri sekarang diabadikan sebagai nama desa di wilayah Kecamatan Salaman Magelang. Sampai saat ini asal-mula kapan kesenian Kobrosiswo ini ada tidak diketahui dengan pasti, namun kesenian ini sampai saat ini masih bertahan di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Deskripsi:
Pada pergelaran kesenian Kobrosiswo penarinya terdiri dari 12- 20 orang dan semua penarinya adalah laki-laki. Diringi musik perkusi bende kadang juga seruling dan Bedhug. Selain itu juga diiringi oleh 2 รขโฌโ 3 orang penyanyi laki-laki. Penyanyi memakai kostum yang identik dengan seragam Angkatan Laut lengkap dengan pangkat yang ada di lengannya. Penyanyi ini juga berfungsi mengatur barisan para penari tersebut. Selain itu penyanyi memberikan aba-aba dimulainya dan diakhirinya pergelaran dengan meniupkan peluit.