Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kupat Tahu Magelang - Magelang, Jawa Tengah |
Sejarah:
Asal mula makanan Kupat Tahu tidak terlepas dari asal mula adanya kupat atau ketupat. Menurut cerita bahwa Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kupat kepada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan. Ketupat sendiri memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Kemudian, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Juga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Pada perkembangannya kini kupat tidak hanya dimakan dengan lauk pauk seperti tempe, tahu ataupun sayur, tetapi dikembangkan sesuai dengan selera yang membuat kreasi makanan. Kupat tahu disajikan ditambah dengan berbagai jenis bahan makanan dan bumbu-bumbu lainnya yang ada di suatu daerah, sehingga membentuk sebuah nama atau jenis makanan baru yang dinamakan kupat tahu.
Deskripsi:
Makanan khas Magelang ini memang istimewa. Ketupat atau kupat, kol, tauge, bakwan dan tahu disiram dengan bumbu ulekan. Tahu Kupat Magelang terbuat dari bahan: Ketupat, tahu, taoge, seledri, kobis, bawang merah, lombok, bawang putih, kecap, daun salam, lengkuas, serai, kacang tanah goreng, gula merah, kerupuk kanji dan garam.
Cara Pengolahan:
Bakwan: aduk rata tepung terigu, bumbu halus, dan air. Tambahkan wortel dan kol. Aduk rata. Sendokkan adonan dalam minyak yang sudah dipanaskan. Goreng sampai matang.
Tahu goreng: aduk rata bumbu halus dan air. Rendam tahu dengan campuran bumbu halus. Goreng sampai matang. Potong-potong.
Kuah: rebus air dan gula merah sambil diaduk sampai gula larut. Angkat dan saring. Tambahkan kecap manis dan garam. Masak sambil diaduk sampai mendidih.
Bumbu per porsi: ulek halus bawang putih, cabai rawit merah, dan garam. Tambahkan kacang tanah. Ulek kasar. Tuang 150 ml kuah. Ulek sampai rata.
Tata ketupat, kol, dan taoge. Siram dengan ulekan bumbu, bakwan, dan tahu. Tabur seledri, bawang goreng, dan kerupuk kanji.