Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Prosesi Grebeg Gethuk - Magelang, Jawa Tengah |
Sejarah :
Di Magelang Gethuk merupakan kebanggaan, meskipun di Magelang sendiri tak semua orang suka dengan makanan yang satu ini, namun citra Gethuk di mata masyarakat Magelang sudah melekat dalam kehidupannya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Magelang dalam rangka menjaga dan melestarikan Gethuk Magelang sebagai salah Aset lokal dan Investasi Negeri dalam hal kategori makanan atau kuliner tradisional, mengadakan Prosesi Grebeg Gethuk sebagai acara puncak dalam Peringatan Hari Jadi Kota Magelang setiap tahunnya, yang jatuh pada setiap tanggal 17 April.
Prosesi Grebeg Gethuk ini merupakan visualisasi sejarah Kota Magelang., yang berupa berbagai pertunjukan seni tradisional untuk nguru-uri (melestarikan) kebudayaan jawa, termasuk makanan Gethuk sebagai makanan khas Kota Magelang.
Deskripsi :
Prosesi Grebeg Gethuk adalah sebuah tradisi warga Magelang. Tradisi ini menghadirkan gethuk, yaitu makanan berbahan singkong yang merupakan khas Kota Magelang. Tradisi ini diadakan sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kota Magelang. Kegiatanini berpusat di alun-alun kota Magelang. Dua buah gunungan yang terbuat dari 1108 buah gethuk diperebutkan ribuan warga. Satu gunungan berbentuk lancip merupakan simbol jaler (laki-laki) dan satu lagi berbentuk bulat, simbol etri (perempuan). Selain gunungan yang terbuat dari gethuk, juga ada 17 gunungan yang terbuat dari palawija dan sayur-mayur juga diperebutkan warga. Sebanyak 17 gunungan palawija itu merupakan hasil karya dari 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang.
Prosesi upacara diawali dengan arak-arakan rombongan Wali Kota Magelang, beserta segenap jajarannya dari Masjid Agung Kota Magelang menuju panggung kehormatan di sisi selatan Alun-alun yang berjarak sekitar 300 meter. Rombongan Wali Kota mengenakan pakaian adat Jawa kemudian duduk di panggung kehormatan. Selanjutnya, Tari Rampak Buto, Pandhita, dan 9 penari sesaji menjadi sajian awal prosesi ini. Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara para Pandhita yang berhasil menaklukan buto-buto yang berniat jahat.
Prosesi dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan diadakan grebeg gethuk ini kemudian dilanjutkan dengan doa. Dilanjutkan dengan arak-arakan gunungan itu di hadapan masyarakat dan wali kota. Setelah arakan-arakan selesai kemudian gunungan dibagikan kepada yang hadir dengan cara diperebutkan.