Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Bersih Makam Eyang Condrobumi - Magelang, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Panitia Upacara Adat Bersih Makam Eyang Condrobumi |
| Pencatat Karya Budaya | Drs. Ign. Wahjudi Pantja Sunjata |
| Narasumber | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Magelang, Jawa Tengah |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. MAGELANG |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Upacara Adat Bersih Makam Eyang Condrobumi bertujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang maha Kuasa Atas segala rakhmat yang telah dilimpahkannya, disamping untuk menghormati cikal bakal Dusun Gupitan, Desa Podosoko yaitu Eyang Condrobumi. Eyang Condrobumi adalah Pahlawan Perang Diponegoro yang kemudian bertempat tinggal dan sampai meninggal dunia di Dusun Gupitan tersebut. Selain sebagai cikal-bakal Eyang Condrobumi juga dikenal karena kepahlawananya, sehingga sampai sekarang makamnya dikeramatkan oleh warga setempat . Untuk mengenang jasa-jasa Eyang Condrobumi setiap tahun sekali mengadakan upacara selamatan yang dikenal dengan nama Upacara Adat Bersih Makam. Upacara adat tersebut diselenggarakan pada bulan Ruwah mengambil hari Pasaran Pon antara tanggal 10 รขโฌโ 15 Ruwah. Kegiatan upacara adat ini bertempat di Makam Eyang Condrobumi, Dusun Gupitan, Desa Podosoko, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Deskripsi :
Upacara adat Bersih Makam Eyang Condrobumi diselenggarakan oleh warga masyarakat Dusun Gupitan untuk mengenang kepahlawanan Eyang Condrobumi sebagai prajurit Pangeran Diponegoro yang berperang melawan Belanda. Upacara adat ini dilaksanakan setiap tahun sekali pada hari Pasaran Pon di bulan Ruwah antara tanggal 10-15 Ruwah. Kegiatan bertempat makam Eyang Condrobumi yang terletak di Dusun Gupitan, Desa Podosoko, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Pada hari puncak upacara masyarakat telah berdatangan di makam Eyang Condrobumi dengan membawa sesaji yang berupa aneka masakan yang berupa nasi ambeng berserta kelengkapannya. Setelah semua warga pendukung upacara ini berkumpul, mereka kemudian mengadakan kenduri selamatan dan doa yang dipimpin oleh jurukunci makam. Setelah selesai kenduri warga masyarakat yang hadir kemudian menyantap sesaji yang mereka bawa. Selanjutnya sampai sore hari diselenggarakan pentas kesenian tradisional yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kesenian yang ada di Dusun Gupitan tersebut, antara lain kesenian jathilan, dayakan, badui dan sebagainya.