Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSeni Kentrung Golek - Kab. Kudus, Jawa Tengah
Sejarah : Seni Kentrung Golek termasuk seni pertunjukan yang berasal di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Seni Kentrung Golek juga bisa dikatakan sebagai bentuk tradisi lesan karena dalam penyajiannya lebih dominan pada ungkapan-ungkapan lesan dari seorang dalang melalui ceritera, tembang dan parikan yang dibawakan. Mengenai sejarah atau asal-usul seni kentrung hingga saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Namun berdasarka cerita yang berkembang di masyarakat Kudus konon seni kentrung sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu yaitu pada jaman perkembangan Islam di Jawa (abad ke XVI). Pada masa itu bahasa yang dipergunakan selain menggunakan bahasa Jawa Madya, di dalamnya bercampur dengan kata-kata pengaruh Hindu dan Arab. Pada permulaan perkembangan seni kentrung ceritera yang diangkat bersumber dari ceritera yang bernafaskan ke Islaman, misalnya: Hikayat para Nabi, Hikayat Seribu Satu Malam dan sebagainya. Selain itu juga mengambil cerita yang bersumber pada Cerita dari Babad dan cerita Rakyat. Selain seni kentrung golek di Kudus juga berkembang seni kentrung. Dalam sajian seni kentrung tidak menggunakan golek atau wayang golek, sehingga selain sebagai dalang penyaji juga bertindak sebagai penabuh instrument pengiring. Deskripsi : Seni Kentrung Golek adalah salah satu kesenian pertunjukan rakyat Kudus, Jawa Tengah. Kesenian ini merupakan hasil perpaduan antara iringan musik yang berupa kendang terbang dan wayang golek. Seni golek kentrung juga bisa dikatakan sebagai bentuk tradisi lesan karena dalam penyajiannya lebih dominan pada ungkapan-ungkapan lesan dari seorang dalang melalui ceritera, tembang dan parikan yang dibawakan. Seni Kentrung berkembang di Kudus secara turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu yaitu pada jaman perkembangan Islam di Jawa. Hingga kini Kesenian tersebut masih bertahan. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam pementasan Seni Kentrung Golek antara lain musik pengiring dan wayang golek. Musik pengiring pada seni kentrung golek adalah sebuah terbang sabagai pemurba irama dan sebuah kethunthung atau terbang pemangku/penghias lagu. Sedangkan wayang golek yang digunakan terdiri dari seperangkat wayang golek, sebuah kotak tempat menyimpan wayang, satu set kepyak, sebuah dodokan dan seperangkat tempat menjajar dan memainkan kentrung golek. Dalam pementasan kentrung golek, diawali dengan tetabuahan , kemudian dilaksanakan upacara sesuai dengan keperluan digelarnya seni kentrung golek. Setelah dalang mengangkat wayang gunungan dengan pengantar ceritera yang akan disajikan, pertanda pagelaran kentrung golek dimulai. Vokal yang dinyanyikan oleh dalang secara improvisasi dapat bergantian dengan laras slendro maupun pelog, sedang instrumennya bersifat netral. Adegan atau urutan ceritera yang dibawakan, yang pertama adegan kerajaan 1, adegan Paseban Jawi, adegan Kerajaan 2, Perang Gagal (perang 1), Punakawan, Perang 2 (Akhir), kemudian penyelesaian ceritera. Dalam membawakan suatu ceritera dalam seni Kentrung Golek menggunakan ungkapan-ungkapan, sebagai berikut : 1. Prosais : yaitu bentuk sastra yang digunakan oleh dalang seni Kentrung Golek pada waktu menggambarkan keadaan suatu Negara, kecantikan seorang putri, keperwiraan seorang kesatria antar pelaku-pelaku di dalam ceritera tersebut. Sedangkan bahasa yang digunakan bahasa klise. 2. Puitis : yaitu gubahan parikan-parikan sesuai adegan atau pada saat-saat tertentu, misalnya dalang ingin istirahat , dalang akan mengakhiri ceritanya dan lain sebagainya. 3. Tema dan isi ringkasan ceritera yang dibawakan yaitu cerita yang menggambarkan kehidupan manusia dan masyarakat, namun demikian lebih mengutamakan ceritera yang bernafaskan ke Islaman. Tempat pertunjukan Seni Kentrung Golek berbentuk arena dengan menggunakan panggung khusus agar memudahkan penonton untuk melihatnya. Waktu pertunjukan pada umumnya diselenggarakan pada waktu malam hari atau menyesuaikan kebutuhan. Sedangkan lamanya pertunjukan dapat 1 (satu) jam, 2 (dua) jam, setengah hari atau sehari penuh. Fungsi dari Seni Kentrung Golek yaitu sebagai upacara adat seperti upacara ruwatan kelahiran anak, upacara ruwatan naas, dan upacara penangkal wabah.