Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Batik Jonegoro - Bojonegoro, Jawa Timur |
Kerajinan batik Jonegoro di Desa Jono mulai tahun 2010. Ide semula adanya batik dari ibu bupati (Ibu Suyoto). Kemudian dari Diskranada (Dinas Kerajinan Daerah) mengadakan pelatihan sebanyak 20 orang, 16 diantaranya dari Desa Jono, dan 4 dari Sumberejo, Rejosari, Dander. Hal ini ketika ada kunjungan bupati ke Desa Jono.
Dari kunjungan ini, beliau menanyakan di Jono ada apa. Kemudian bapak Dasuki menjelaskan bahwa dulu di Jono pernah ada tenun yaitu orang tuanya. Pada waktu itu malam hari untuk menyiapkan 16 orang, dan pagi harinya diajak ke Jogja melihat-lihat. Akhirnya ibu Suyoto mendatangkan pelatih dari Jogja, dan pelatihannya selama 1bulan di Dander. Setelah bisa terus diperkenalkan mulai ada batik di Bojonegoro.
Dari yang ikut pelatihan dan setelah lancar praktek membatik ditempat yang telah disiapkan oleh pak Dasuki. Kemudian berkembang dan membuat batik di rumah masing-masing kini sekitar 20 perajin. Motif yang menciptakan juga ibu Suyoto dengan memberikan contoh ke perajin. Motif yang semula jenisnya sebanyak 9 motif, kini sudah ada 14 motif, diantaranya Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar Jati, Gatra Rinonce, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Parang Dahono Munggal, Pari Sumilak, Parang Jembul Sekar Rinandar, Sata Gondo wangi, dan Rancak Thengul.
Bahan baku berupa kain mori ada di Diskranada atau pesan langsung misalnya dari Solo dikirim melalui paket. Pewarnaan batik lebih ke warna alami seperti maoni, daun jati. Warnanya tidak menarik, tetapi yang suka warna alam suka. Batik yang dibuat batik tulis, dan campuran batik tulis dan cap. Pemasarannya dijual sendiri atau disetorkan ke Diskranada, dan juga melalui pameran.