Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Keleman - Bojonegoro, Jawa Timur |
Desa Jono Kecamatan Temayang merupakan salah satu desa yang masih melakukan ritual yang terkait pertanian yang disebut Keleman. Rirual ini dimulai saat akan tanam padi (tandur) dengan sumsuman, yaitu membuat dan makan jenang untuk memulihkan tenaga pekerja yang mengerjakan lahan secara hampir bersamaan bagi yang memilik lahan. Kemudian acara berikutnya ada tingkeban (padi akan berbuah/ meteng) dengan pertunjukkan wayang kulit.
Pertunjukkan wayang kulit biasanya dengan cerita atau lakon Sri Wedana. Ubarampe atau sesaji kupat lepet, pala pendhem (uwi, gembeli, tales,). Kulit ubarampe dikumpulkan, kemudian kulit diwadahi (ditampung) tempat takir dan ditempatkan di pojokan sawah. Ubarampe ini mempunyai makna pala pendhem ditanam supaya tumbuh dengan baik, Sri = padi, Sedana= uang, . Lakon Sri Sedana menceritakan asal usul Dwi Sri, yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan dan dapat memberikan kesuburan setara panen padi yang baik. Kalau diceriterakan lakon ini panjang, dan dalang yang tampil biasanya yang sudah tua.
Sesaji yang tidak lupa cok bakal, yaitu takir, suruh dilinting, diberi bucu kecil, jambe, dan telur. Maksudnya desa itu ada bakal atau cikal bakal pendiri desa. Pelaksanaan ritual ini dilaksanakan bertempat di sawah, biasanya pada hari Jum’at Legi. Bila ubarampe atau sesaji tidak lengkap biasanya warga masyarakat yang mengadakan ritual ada masalah, dan hama bagi tanaman. Masyarakat pendukungnya masih mempertahankan atau melestarikan upacara adat ini, karena sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang telah diberikan. Selain itu, merasa khawatir dan takut bila tidak diadakan akan terjadi musibah seperti tanaman diserang ahma.