Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Karawitan - Bojonegoro, Jawa Timur |
Desa Jono merupakan desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya. Desa Jono memiliki potensi seni budaya atau kesenian, yaitu jaranan, ketoprak, dan tayub. Keberadaan kesenian di Desa Jono, dimulai adanya tokoh yang peduli kesenian Jawa yaitu Dasuki, Paimin dan Rikimo.
Sekitar tahun 1963, pada waktu kondisi kehidupan ekonomi yang kekurangan tokoh tersebut mendirikan kesenian jaranan untuk mengamen. Setelah berkembang, pada tahun 1968 mendirikan grup kethoprak yang pada waktu itu pemainnya semua laki-laki, sehingga peran perempuan pun dilakoni laki-laki.
Kemudian kethoprak dikembangkan dengan kolaborasi penari tayub, belajar dari penari tayub Nganjuk, sehingga warga diajari tari tayub. Dari usaha para tokoh tersebut, Desa Jono sekarang memiliki kesenian jaranan dengan grupnya “Putra Birawa” kethoprak grupnya “Ngesti Budoyo”, dan penari Tayub. Untuk mendukung kesenian Jawa seperti Jaranan, kethoprak, penari tayub yang saat ini masih bertahan di Desa Jono, dibentuk kesenian karawitan. Sebagai guru atau pelatih karawitan adalah bapak Rikimo (Suparmin). Adapun tempat latihan telah dibuatkan Sanggar yaitu Sanggar Anugrah oleh Bapak H. Dasuki
Karawitan ini ada kelompok yaitu senior dan anak-anak.. Untuk yang senior (bapak-bapak) latihan sebulan sekali pada pukul 19.00-24.00, sedangkan anak-anak yang masih usia sekolah setiap hari Kamis. Kegiatan karawitan ini berjalan rutin dan sewaktu-waktu latihan bila mendapat tanggapan (payon). Karawitan ini juga mengiringi latihan tari terutama tari tayub, jaranan, dan kethoprak.
Karawitan Desa Jono cukup dikenal terutama karawitan anak-anak tingkat SD, karena salah satu SD yaitu SD Jono III telah berhasil membina kesenian karawitan. Dalam lomba karawitan tingkat Kabupaten Bojonegoro dan Provinsi Jawa Timur pernah meraih juara.
Karawitan Desa Jono regenerasinya dapat dikatakan cukup berhasil, karena anak-anak usia sekolah dari SD-SMA dengan semangat mengikuti latihan. Hal ini ditunjukkan dari SD Jono III yang telah berhasil mendidik dan membina siswanya, bahkan anak-anak klas I sudah mulai bisa karawitan.