Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Saweran - Jember Jawa Timur
Sejarah : Tradisi dalam masyarakat yang terkait dengan upacara perkawinan sangat beragam modelnya. Salah satunya adalah tradisi saweran yang berkembang di daerah Tugusari, Bangsal, Jember. Tradisi tersebut telah dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun. Upacara perkawinan menjadi ajang untuk mendoakan pengantin dan di kalangan warga tumbuh keyakinan bahwa uang saweran akan memperlancar rezeki si pengantin. Sampai sekarang tradisi ini asih hidup di daerah Tugusari, Bangsal, Jember. Deskripsi : Tradisi Saweran terkait erat dengan upacara siklus kehidupan yakni upacara ritual perkawinan. Tradisi saweran diyakini memperlancar rejeki pengantin Unik dan menarik dari tradisi saweran yang dilakukan pada saat ada upacara perkawinan. Tradisi tersebut dapat dijumpai di Desa/ Dusun Karang Manggung (Desa Tugusari Kecamatan Bansal sari Kabupaten Jember. Masyarakat setempat meyakini bahwa dengan melakukan ritual saweran tersebut pengantin yang merayakannya akan mendapatkan banyak limpahan rezeki . Tradisi ini dilakukan di rumah pengantin perempuan. Tatkala ada sebuah pesta perkawinan, maka tradisi itu muncul. Saweran adalah memberikan “tanda kasih” berupa uang kepada pengantin dengan cara diberikan langsung ke pengantin. Di masyarakat Jawa (DIY) ada istilah nyekeli pengantin. Besarnya uang di sawer tergantung kemampuan ekonomi si pemberi dan hubungan darah dengan pengantin. Oleh karena itu besarnya tidak sama. Cara memberikan uang saweran ada yang ditaruh di dalam genggaman tangan, Di selipkan diantara baju pengantin, dibuat kalung bahkan dironce sebagai gelang. Setelah memeberikan kemudian foto bersama dengan sang pengantin. Acaraitu di pandu oleh seorang master of ceremony dan diiringi tembang Jawa. Pada saat sekarang dimana pada saat perkawinan dengan memakai model sumbangan yang ditaruh di dalam kotak, maka model atau tradisi saweran yang langsung diberikan kepada pengantin menjadi sebuah perekat kekerabatan dan kekeluargaan.