Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Anyaman Bambu - Kudus, Jawa Tengah |
Sejarah:
Kerajinan anyaman bambu yang ada di wilayah Desa Jepang Wetan, Kalurahan Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah adalah kerajinan yang turun temurun dilakukan oleh masyarakat Desa Jepang Wetan. Di Desa Jepang Wetan ini hampir setiap rumah mempunyai usaha kerajinan bambu dengan spesial kerajinan yang berbeda-beda. Ada yang khusus membuat tampah, ekrak, besek, kepang dll. Tidak dapat diketahui dengan pasti sejak kapan usaha kerajinan bambu tersebut mulai ada. Seperti yang diceritakan oleh Bp. Suharjo mengenai usaha kerajinan bambu yang ia tekuni merupakan warisan dari orangtuanya.
Namun pada saat ini kerajinan anyaman bambu di Desa Jepang Mejobo ini mulai berkurang. Hal itu dikarenakan maraknya alat-alat rumah tangga yang terbuat dari plastic yang fungsinya sama dengan kerajinan bamboo yang ada di Desa jepang Wetan. Alat rumah tangga berbahan baku plastic memang lebih bersih dan awet, sehingga masyarakat lebih memilih alat rumah tangga dari bahan plastik. Di samping karena maraknya alat-alat rumah tangga yang terbuat dari plastik, berkurangnya produksi anyaman dari Desa Jepang dikarenakan oleh bambu sebagai bahan baku semakin langka, sehingga membuat ongkos produksi kerajinan bamboo semakin mahal Sehingga menyebabkan kerajinan anyaman bambu berkurang atau hampir punah.
Meskipun saat ini masih ada orang-orang yang bisa membuat kerajinan bambu, namun dikhawatirkan beberapa tahun ke depan kerajinan bambu akan musnah jika tidak diperhatikan dan tidak ada generasi yang menjaga dan meneruskan kerajinan tradisional ini Sebagai upaya untuk pelestarian kerajinan anyaman bambu di Desa Jepang Wetan pernah diadakan lomba membuat kerajinan anyaman bambu. Dengan perlombaan tersebut diharapkan masyarakat tertarik lagi dengan kerajinan anyaman bambu. Sehingga kerajinan anyaman bambu tetap lestari.
Diskripsi:
Kerajinan Anyaman Bambu merupakan kerajinan dengan bahan baku bambu. Sebagai sentra kerajinan bamboo di Kudus terdapat di Desa Jepang Wetan, Kalurahan Jepang Kecamatan mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. . Di desa tersebut hampir semua warganya mempunyai usaha di bidang kerajinan bamboo dengan special atau hasil kerajinan yang berbeda-beda di setiap rumahnya. Usaha kerajinan bambu di Desa tersebut secara turun temurun . Seperti Bapak Suharjo yang saat ini berusia 57 tahun. Bapak Suharjo menekuni usahya anyaman bambu karena warisan dari orangtuanya. Produk yang dihasilkan Bapak Suharjo berupa tampah.
Bahan baku yang berupa bambudidatangkan dariMagelang. Untuk 1 bambu sepanjang kurang lebih 5,5 m dibeli dengan harga Rp 10.000. 1 buah bambu akan menghasilkan 8 buah tampah siap dijual. 1 buah tampah dihargai Rp. 7.500 sampai Rp 9.000 tergantung besar dan kecilnya ukuran tampah. Ada 3 macam ukuran tampah hasil produksi Bp Suharjo, yaitu ukuran 30 cm, 35 cm, dan 55 cm.
Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan tampah dari bahan baku bambu antara lain bor, bendo , cetakan tampah menurut besar dan kecilnya tampah yang akan dibuat. Sedangka proses pembuatan kerajinan tampah yaitu pertama-tama bambu diptong-potong, lalu diirat baru kemudian dijemur, selanjutnya di anyam. Setelah dianyam dijejet dan dicetak sesuai dengan ukuran tampah yang akan dibuat. Tahap terakhir adalah merapikan tampah yang sudah jadi.
Pemasaran tampah hasil kerajinan anyaman bambu Desa Jepang Wetan, Kalurahan Jepang, Kecamatan Mejobo di tidak langsung dijual sendiri oleh para perajin namun demikian diambil oleh bakul. Tampah hasil produksi Bp. Suharjo pernah dieksport ke Australia.
Fungsi tampah hasil kerajinan anyaman bambu adalah sebagai alat rumah tangga antara lain untuk tapen gabah atau beras.