Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Tumuruning Maheso Suro - Sanden, Bantul, DI Yogyakarta |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Yoga |
| Pencatat Karya Budaya | Titok Nurwidadi, A.Md. |
| Narasumber | - |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KAB. BANTUL |
| Penginput Data | Subiyantoro, S.Sn. |
Upacara Tumuruning Maheso Suro adalah tradisi yang ada di masyarakat Sanden, Bantul Yogyakarta untuk mengenang Maheso Suro. Legenda ini berawal dari kemiskinan masyarakat Sanden, sehingga mereka meomohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya terbebas dari kemiskinan dengan bersemedi di pantai Samas. Dari semedi tersebut muncullah seekor kerbau hitam yang akhirnya membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan hasil pertaniansetempat membajak sawah sehingga menjadi subur. Maksud dan tujuan upacara ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Upacara ini dilaksanakan pada saat malam 1 Suro.