Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Tuk Si Bedhuk - Seyegan, Sleman DI Yogyakarta |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Yoga |
| Pencatat Karya Budaya | Dwi Hastuti, S.Pd. |
| Narasumber | - |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KAB. SLEMAN |
| Penginput Data | Subiyantoro, S.Sn. |
Upacara Adat Tuk Si Bedhuk diselenggarakan setiap tahun sekali di Margodadi, Sayegan, Sleman. Tujuan dilaksanakan upacara yaitu :
1. Mengenang jasa Kanjeng Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam pada masyarakat Margodadi
2. Memelihara dan melestarikan budaya Jawa
3. Menarik wisatawan dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan warga Margodadi
Pelaksanaan upacara diawali pada hari Kamis Wage yang dimeriahkan dengan adanya pasar malam sampai pada hari Kamis Legi. Sedangkan puncak upacara dilaksanakan pada hari Jum’at Paing.
Riwayat asal mula adanya upacara Tuk Si Bedhug berkaitan dengan Sunan Kalijaga pada saat syiar agama Islam yang sampai di Daerah Margodadi. Pada saat Sunan Kalijaga mendengar adzan dzuhur kemudian beliau bergegas akan menunaikan ibadah sholat dzuhur. Namun ketika akan mengambil air untuk berwudlu ditempat tersebut tidak ada air. Kemudian Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya dan keluarlah air yang dapat dipergunakan untuk berwudlu. Air yang keluar itulah yang disebut dengan Tuk Si Bedhug.
Tempat-tempat pelaksanaan upacara yaitu tempat yang menurut anggapan masyarakat mempunyai kaitan dengan perjalanan Sunan Kalijaga, antara lain : tempat pengambilan dan tempat pengembalian air, tempat upacara pemidhangan, dan lapangan. Peserta yang terlibat dalam pelaksanaan upacara antara lain Camat dan Staf Kecamatan Sayegan, perangkat desa, dan tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu upacara tersebut juga melibatkan seniman, kelompok tani, alim ulama, PKK, pengurus RT-Rw, Sholawat Pedukuhan Druju.
Sesaji upacara yang disiapkan antara lain
a. Sesaji Baku : tumpeng, ikan panggang ayam, ingkung ayam, sego golong, tukon pasar, jenang-jenangan, rujak degan.
b. Sesaji Tambahan : Wulu wetu (hasil panen), pala kesampar, pala kependhem, pala gumanthung.
Prosesi Upacara : dilakukan pada hari Jum’at paing sekitar pukul tiga sore.
- Diawalai dengan laporan Pandega kepada Ki Pangarso bahwa Kirab Tug Si Bedhug yang diiringi oleh gunungan cethil siap dilaksanakan. Kemudian Ki Pangarso menyampaikan kepada juru Rumeksu mohon akan dimulainya upacara sekaligus ijin untuk untuk melaksankan tugas luhur.
- Ki Juru Rumeksu segera mempersilahkan Ki Pangarso dan semua peraga prosesi upacara berangkat ke tempat upacara.
- Ki Pangarso menyampaikan laporan kepada ki Pranata Warga tentang kedatangan membawa Tirta Tuk Si Bedhuk yang diserahkan kepada ki Pranata Warga.
- Benda-benda yang dibawa terutama Tirta Tuk Si Bedhug dibagii kepada warga yang membutuhkan. Selanjunya dibagi pula dibagikan cethil di panggung cethil.
- Sambutan Bupati Sleman yang dilanjutkan para pandega prajurit kepada Wira pandega serta laporan Wira pandega kepada Ki Pangarso.
- Prosesi upacara diakhiri dengan penyebaran udhik-udhik dan pembagian cethil oleh Bupati Sleman