Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Labuhan Kadipaten Pakualaman - Wates, Kulon Progo DI Yogyakarta
Upacara Labuhan Kadipaten Pakualaman merupakan upacara adat terhadap lingkungan dilaksanakan setiap tanggal 10 Sura. Upacara tersebut dilaksanakan di Pantai Glagah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awalnya upacara ini dilaksanakan pada masa pemerintahan Paku Alam VIII yaitu pada tahun 1987 atas saran dari seorang kerabat yang bernama mbah Palwa. Pada saat itu tujuan upacara untuk memohon keselamatan kepada Tuhan dan sebagai bentuk kesadaran manusia terhadap lingkungan. Upacara tersebut berhenti setelah mbah Palwa meninggal. Namun mulai tahun 2009 upacara Labuhan dilaksanakan kembali yakni pada masa Paku Alam IX. Barang atau ubarampe yang dilabuh antara lain : 1. Potongan kuku dan rambut Paku Alam 2. Pakaian bekas dari Paku Alam 3. Payung 4. Beberapa kain untuk semekan dan kain panjang, selimut, mori, bunga tabor, kotak tilam, dupa ratus, konyoh, minyak, dan amplop uang. 5. Pareden rajakaya, tuwuhan pala kependhem, pala kasimpar, dan pala gumentung. 6. Pareden padi. 7. Sanggan 3 set untuk Kadipaten Pakualaman, Pasanggrahan, dna, Pantai Glagah 8. 2 buah degan. 9. Jenang-jenangan. Prosesi pelaksanaan upacara : - Persiapan sesaji di pesanggrahan. - Pembacaan do’a untuk kesalamatan - Sesaji dibawa ke pendhapa pantai Glagah diiringi oleh prajurit Plangkir dan Lombok Abang untuk dio’akan lagi - Sesaji di-labuh di pantai glagah - Biasanya sesaji yang dan pareden diperebutkan oleh masyarakat yang datang di lokasi upacara setelah barang-barang tersebut dilabuh.