Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Merti Bumi Kaliurang - Pakem, Kab. Sleman, DI Yogyakarta |
Upacara Merti Bumi Kaliurang dlaksanakan setiap tahun sekali yaitu pada setiap malam 1 Sura di Telaga Putri Kaliurang. Tujuan dilaksanakan upacara yaitu sebagai permohonan do’a agar terhindar dari bencana ala. Selain itu juga sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rizki kepada masyarakat Kaliurang dan sekitarnya.
Prosesi upacara terdiri dari dua tahap :
1. Pada H-7 sebelum puncak upacara dilaksanakan pengambilan air yang berasal dari 7 sumber mata air di wilayah Kaliurang, yakni : Sumber Umbul Temanten, Umbul Siraman, Umbul Kembang, Umbul Gondang, Umbul Sari, Telaga Muncar dan Telaga Putri. Prosesi ini dimaksudkan agar masyarakat selalu dapat melestarikan sumber air dan menggunakan sesuai kebutuhan.
Pada H-1 dilaksanakan penanaman pohon (penghijauan) oleh masyarakat Kaliurang dan Karang Taruna. Tujuan penghijauan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam agar tidak terjadi banjir.
2. Tahap Prosesi Kirab
Sebelum dilaksanakan Kirab Broto sebagai puncak upacara, pada pukul 18.30 WIB para peserta wajib membasuh kaki dengan air dari 7 (tujuh) sumber dengan maksud agar dalam melakukan kirab dilandasi dengan hati yang suci, bersrih dan iklas. Serlanjutnya pada pukul 20.00 WIB para peserta kirab mulai berjalan menyusuri wilayah Kaliurang. Selama kirab peserta dilarang berbicara (tapa bisu) dan memakai alas kaki.
Di lokasi kirab (Telaga Putri) dipergelarkan wayang semalam suntuk dan berbagai jenis baritan berupa makanan hasil bumi masyarakat Kaliurang yang terdiri dari pala kependem, gumantung dan kesampar (krowotan).