Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKraton Makhluk Halus di Gunung Merapi - Cangkringan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta
Sebagian masyarakat di Gunung Merapi menganggap bahwa di lereng Merapi terdapat Kraton makhluk halus yang dikuasai oleh Empu Rama dan Empu Ramadi. Menurut keyakinan mereka rohnya bergabung dengan makhluk halus yang berada di Kraton Merapi dan mereka masih dapat berhubungan dengan keluarganya yang masih hidup. Para roh ini oleh penguasa Kraton Merapi diberi tempat dan tugas sesuai dengan kelakuannya ketika masih hidup di dunia. Roh dari orang yang pada waktu hidup di dunia selalu berbuat baik akan diberi tempat di Kraton Merapi sebagai abdi dalem prajurit pengawal. Roh dari orang yang pada masa hidupnya tidak baik maka akan ditempatkan di Gunung Wuloh, yaitu gunung kecil yang dianggap sebagai pintu gerbang Kraton Merapi. Roh-roh yang yang dijadikan sebagai rakyat Merapi yang tugasnya sama ketika yang bersangkutan masih hidup, misalnya orang yang ketika semasa hidupnya beternak lembu, maka ketika sudah meninggal rohnya akan diberi tugas memeliharaa ternak milik Kraton Merapi. Roh yang semasa hidupnya melakukan kejahatan maka akan ditempatkan di Gebyok Gede di bawah Gunung Mungkur hingga Gunung Hijau. Salah satu makhluk halus yang berasal dari leluhur Mataram yang berada di Katon Merapi adalah Ki Juru Taman. Semula ia adalah abdi dalem P. Senopati pendiri Mataram. Pada waktu P. Senopati menerima endhog jagad dari Kanjeng Ratu Kidul, pemberian ini lalu diberikan kepada Ki juru Taman dan disuruh memakannya. Akibatnya Ki Juu Taman berubah menjadi makhluk halus. Kemudian oleh P. Senopati Ki Juru Taman diberi tugas untuk menjaga Kerajaan Mataram dan diberi kedudukan di Gunung Merapi dengan gelar Kyai Sapujagat. Sebagai imbalan atas tugasnya P. Senopati beserta keturunannya menyerahkan makanan dan pakaian yang diwujudkan dalam bentuk labuhan. Empu Rama dan Empu Ramadi mengangkat Kyai Sapujagad menjadi patih di Kraton Makhluk halus Gunung Merapi. Makhluk halus lain yang menjadi penguasa di Kraton Gunung Merapi adalah Eyang Anantaboga yang bertugas menjaga keseimbangan berat tubuh Gunung Merapi. Eyang Megantara bertugas sebagai pengatur cuaca dan udara. Kyai Sapuangin bertugas mengatur arah dan kecepatan angina di Merapi. Empu Anjani bertugas membuat senjata untuk pasukan makhluk halus Merapi. Nyai Gadhungmlati yang biasanya mengenakan pakaian berwarna hijau daun mlati bertugas mengontrol desa-desa dan taman di wilayah Merapi